Monday, 25 July 2016

Para Suami Wajib Baca! Suami Akan Dilaknat Allah Apabila Melakukan 7 Perkara Ini Pada Isterinya

Tags



Para Suami Wajib Baca! Suami Akan Dilaknat Allah Apabila Melakukan 7 Perkara Ini Pada Isterinya


        Tidak mahu memeberi nafkah, selalu berkata kasar dan memaki, menyakiti dengan pukulan sehingga mengakibatkan luka.
        Duhai saudara seislam, ada beberapa hal yang bisa membuat se0rang suami dianggap berbuat derhaka pada istri dan akan mendapatkan ganjarannya Dan laknat Allah, beberapa di antaranya sebagai berikut:
        1.Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga
        Dari Abu Bakrah, ia berkata: “Rasulullah saw.bersabda: ‘tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin 0leh se0rang wanita.’ “(HR.Ahmad n0.19612 CD, Bukhari, Tirmidzi, dan Nasa’i)
        Saat ini banyak suami yang malas bekerja dan menyandarkan kebutuhan hidupnya pada sang istri sehingga secara tak langsung menjadikan istri sebagai pemimpin rumah tangga.
        Suami seperti ini tentu saja telah berbuat durhaka karena tak melaksanakan kewajibannya dan bahkan menyulitkan istrinya dengan keharusan menafkahi dirinya. Ia akan kehilangan martabat dan harga diri di hadapan manusia terlebih lagi di hadapan Allah.
        2.Tidak memberi wang belanja/ nafkah
        Dari ‘Abdullah bin’ Amr, ia berkata: “Rasulullah bersabda: ‘sese0rang cukup dipandang berd0sa bila ia menelantarkan belanja 0rang yang menjadi tanggung jawabnya.'” (HR.Abu Dawud n0.1442 CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani)
        Terhadap suami yang seperti ini, istri dapat mengambil diam-diam harta suami untuk mencukupi kebutuhan hidup diri dan anaknya:
        “Dari Asyah ra, bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah 0rang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku, sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.” Beliau besabda:’ Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar. “(HR.Bukhari n0.4945 CD, Muslim, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darimi)
        3.Tidak melunaskan mahar pernikahan
        Dari Maimun Al-Kurady, dari bapaknya, ia berkata: “saya mendengar nabi saw. (Bersabda): ‘siapa saja laki laki yang menikahi se0rang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya berarti tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu , berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelakpada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai 0rang yang fasiq … ‘”(HR.Thabarani, Al-Mu; jamul, Ausath II / 237/1851 CD)
        4.Mengabaikan kebutuhan seksual isteri
        Suami yang berjima hanya untuk memuaskan kebutuhannya saja dan tidak peduli pada istrinya, sesungguhnya juga telah berbuat kesalahan.
        Dari anas ra, Nabi saw bersabda: “jika sese0rang di antara kalian bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menyelesaikan kebutuhannya (mendapatkan kepuasan) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, janganlah ia buru buru (mencabut kemaluannya) sampai istrinya menemukan kepuasan. “(HR.’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la, Jami ‘Kabir II / 19/1233 )
        Rasullullah saw bersabda: “Janganlah sekali kali sese0rang diantara kalian menyenggamai istrinya seperti seek0r hewan bersenggama, tetapi harus ada pendahuluan diantara keduanya.’ada yang bertanya” apakah kemajuan itu? “Beliau bersabda:” Ciuman dan ucapan (r0mantis). “(HR Abu Syaikh)
        5.Berjimak ketika istri haid atau melalui dubur
        Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “‘Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada R0sulullah saw., Ia bertanya:’ Ya r0sullullah, saya telah binasa. ‘ Beliau bertanya: ‘apa yang menyebabkan kamu binasa?’ Ia menjawab: ‘semalam saya telah membalik p0sisi istriku.’akan tetapi dia tidak menjawab sedikitpun, lalu turun ke R0sulullah saw ayat.’istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah lading kalian dimana dan kapan saja kalian inginkan.’ (Selanjutnya Beliau bersabda : ‘Datangilah dari depan atau belakang, tetapi jauhilah dubur dan ketika haid.’ “(HR Tarmidzi n0.2906)
        6.Menuduh isteri berzina
        “Dan 0rang 0rang yang menuduh istri mereka berzina, padahal mereka tidak memiliki saksi saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian satu 0rang dari meeka adalah bersumpah empat Kalli dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk 0rang 0rang yang benar (dalam tuduhannya) (7) dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia terg0l0ng 0rang 0rang yang berdusta. “(QS.An-Nuur (24): 6-7)
        7.Memukul dan Memburuk burukkan istri di hadapan 0rang lain

        Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri, ia berkata: “saya pernah datang kepada R0sulullah saw. ‘ Ia berkata lagi: ‘saya lalu bertanya:’ Ya R0sulullah, apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? ‘Beliau bersabda:’ … janganlah kalian memukul dan janganlah kalian memburuk burukkan mereka. ‘”(HR Abu Dawud n0 1832) (ummi)


EmoticonEmoticon